Kamis, 22 September 2011

Detik-detik pembacaan naskah proklamasi


Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Kamis, 15 September 2011

Terus Berkibarlah Merah Putihku

Berkibarlah benderaku...
merah putih nadiku........
di hamparan Indah alam ini
di hamparan pantai berseri

jangan pernahlah engkau turun
meski angin topan menghampirimu

teruslah berkibar...

Merah putihku.....

Tangisan Sang Garuda


Hai Garuda !
Kulihat bulu di sayapmu rontok satu
Ada apa denganmu?
Garuda sekarang hanyalah burung tua,
Sayapnya yang kuat kini telah patah tak terurus
Kasihan dia
Bahkan pancasila yang ia sandarkan di tubuhnya
Yang diacung-acungkan sebagai pedoman demokrasi
Berubah dari asli menjadi basi
Pancasila sekarang hanyalah tameng politik, tak lebih
Hukum telah bersandar pada kekuasaan tertinggi
Politik jadi ajang hiburan, ajang cari uang, cari muka,
Ajang jadi orang kaya bermodalkan mulut berstampel
Untuk Indonesia
Sosok pemimpin telah lama hilang
Pemimpin yang kita nanti hanyalah penggila kekuasaan
Garuda, tumbuhkanlah kembali satu bulu sayapmu
Utuhkan kembali pancasila
Kumpulkanlah serpihan kejayaanmu, berdiri pasti menantang terpaaan budaya asing

Selasa, 23 Agustus 2011

Persiapan Pejuang Tim Garuda

Menghadapi PPD 2014 Persiapan Timnas Sangat Mepet
Selasa, 12 Juli 2011
Liga Super Indonesia
Persiapan Timnas "Garuda" untuk menghadapi Turkmenistan pada tanggal 23 Juli yang akan datang sangatlah sempit, mengingat baru pada tanggal 14 Juli para pemain Timnas akan berkumpul di Jakarta. Dan pada tanggal 20 Juli skuad Merah Putih ini akan bertandang ke Turkmenistan.

Persiapan yang sangat sempit menjelang Pra Piala Dunia 2014 menghadapi Turkmenistan ini disesalkan oleh dua anggota skuad Garuda, Firman Utina dan gelandang bertahan Bustomi. Namun walaupun merasa persiapan Timnas sangat mepet, Firman Utina mengaku tetap optimis dengan peluang Timnas Indonesia di leg pertama menghadapi Turkmenistan. Sedangkan Bustomi mengakui bahwa Pelatih Alfred Riedl untuk latihan sendiri dan mempersiapkan diri sendiri. Bustomi sendiri menyatakan bahwa secara pribadi merasa siap menghadapi pertandingan tersebut.

Mepetnya persiapan timnas senior Garuda dalam menghadapi PPD 2014 adalah sebagai dampak dari kondisi sepakbola Indonesia yang mengalami kekisruhan hingga akhirnya Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, 9 Juli 2011 berhasil memilih Ketum PSSI yang baru Djohar Arifin. Selain itu mepetnya persiapan timnas dikarenakan dana yang diperlukan timnas hingga kini belum cair.

Dalam Pra Piala Dunia 2014 ini, Indonesia langsung lolos ke babak kedua Pra Piala Dunia 2014, akan menghadapi Turkmenistan di Ashgabat, 23 Juli mendatang. Selanjutnya, Indonesia akan menjamu Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis 28 Juli 2011.

Skuad Timnas Senior Garuda sendiri dihuni oleh pemain pilihan Alfred Riedl yang berasal dari beberapa tim Liga Super Indonesia. Dan inilah daftar skuad timnas senior Indonesia :

Kiper
Markus Haris Maulana (Persib), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema)
Bek
Hamka Hamzah dan Ricardo Salampessy (Persipura), M Roby (Persisam), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), M Nasuha (Persija), Supardi Nasir dan Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC), Beny Wahyudi dan Zulkifli Syukur (Arema)
Gelandang
Firman Utina, M Ridwan, Arif Suyono dan Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Arema), Eka Ramdani (Persib), M Ilham dan Tony Sucipto (Persija), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya)
Striker
Boaz Salossa (Persipura), Cristian Gonzalez (Persib), Bambang Pamungkas (Persija), Ferdinand Sinaga (Persiwa)

Senin, 22 Agustus 2011

alfred Riedl

Usai Mudik, Riedl Langsung Susun Agenda Timnas

Alfred Reidl/SOCCER
Tak lama setelah tiba di Indonesia usai pulang kampung ke negaranya, Austria selama 2,5 bulan, pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl langsung menyusun agenda untuk anak asuhnya.
Hal ini dalam rangka persiapan yang akan dilakukan Bambang Pamungkas cs untuk menghadapi Turkmenistan di Kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014.
"Para pemain akan dikumpulkan pada tanggal 24 Juni. Setelah itu, mereka akan melakoni laga uji coba melawan Singapura pada tanggal 3 Juli," ujar Riedl saat ditemui di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta (1/6).
"Usai melawan Singapura, tim akan berangkat menuju Thailand dan akan melawan timnas senior mereka pada 6 dan 13 Juli. Baru setelah itu kembali ke Indonesia pada tanggal 14 Juli," lanjutnya.
Timnas sendiri rencannya akan melakoni laga Kualifikasi PPD pada 23 juli. Untuk itu, Alfred menambahkan, timnas  akan diberangkatkan pada tanggal 20 Juli mendatang.

pahlawan sang merah putih

Ahmad Bustomi
Ahmad Bustomi

Full Name: Ahmad Bustomi
Nickname:Cimot
Date of Birth:Jul 13, 1985 (Age 26)
Place of Birth:Jombang
Nationality:Indonesia
Height:169 cm.
Weight:65 Kg.
Position:Midfielder
Squad Number:

pahlawan sang garuda

M. Nasuha
M. Nasuha


Indonesia vs palestina

Indonesia meraih kemenangan dalam laga ujicoba melawan Palestina. Sempat ketinggalan 0-1 terlebih dahulu, tim Merah Putih berhasil comeback dan menang 4-1.

Dalam pertandingan indonesia vs palestina di Stadion Manahan, Solo, Senin (22/8/2011) malam WIB, Palestina unggul 1-0 melalui Suleiman Obaid di menit ke-48.

Indonesia menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-65 melalui Hariono. Malang bagi gelandang milik Persib Bandung itu, dia mengalami cedera usai mencetak gol. Saat menyambut bola, ia terkena tendangan dari pemain lawan dan membuat pelipisnya bocor.

Indonesia unggul 2-1 saat pertandingan memasuki menit ke-70 melalui Cristian Gonzales yang memanfaatkan umpan dari M.Ridwan.

Bambang Pamungkas mencetak dua gol terakhir Indonesia, masing-masing di menit ke-78 dan ke-85.

Setelah ini, tim "Merah Putih" akan bertolak ke Timur Tengah dan menjalani ujicoba terakhir melawan Yordania pada 27 Agustus. Ada pun Firman Utina dkk akan melakoni laga kualifikasi Piala Dunia melawan Iran di Teheran, pada awal September mendatang.

Jalannya Pertandingan
Pelatih Wim Rijsbergen menurunkan Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, dan Bambang Pamungkas sebagai starter. Sementara itu sebagai penjaga gawang dipercayakan kepada Markus Horison.

Palestina sering merepotkan Indonesia di lini tengah. Gelandang bertahan Hariono dipaksa bekerja keras untuk meredam permainan lawan.

Menit ke-18, tim Merah Putih memiliki peluang lewat Bambang Pamungkas. Berawal dari operan Irfan kepada Zulkifi Syukur. Kemudian Zulkifli melepas bola ke kotak penalti. Bola disambut Gonzales dan kemudian disodorkan ke Bepe. Sepakan Bepe masih menyamping.

Empat menit bersalang, giliran Gonzales yang memiliki kans. Umpan terobosan Bepe berhasil dikejar El Loco dan ia melepas tembakan. Namun usahanya masih menyamping dari sasaran.

Menit ke-32, sepakan Hariono dari luar kotak penalti masih bisa diantisipasi kiper Mohammed Shbair.

Sementara itu Palestina juga memiliki sejumlah peluang dengan memanfaatkan kurang rapatnya barisan pertahanan tim Garuda. Namun begitu penyelesaian akhir yang kurang bagus membuat gawang Markus Horison masih aman.

Di menit awal babak kedua, Palestina langsung mengancam gawang Markus Horison.
Gol! Palestina unggul 1-0 melalui Suleiman Obaid di menit ke-48. Usai lolos dari jebakan off-side, Suleiman berhasil melepas tendangan lob yang gagal dihentikan Markus.

Indonesia berusaha mengejar ketinggalan. Namun begitu rangkaian serangan yang coba dibangun tim besutan Wim Rijsbergen masih belum menghadirkan ancaman berarti bagi kiper lawan.

Gol! Indonesia menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-65 melalui Hariono. Berawal dari tendangan bebas Gonzales yang berhasil ditepis kiper, Hariono menyundul bola untuk menjebol gawang Palestina.

Malang bagi gelandang milik Persib Bandung itu, dia mengalami cedera setelah menjebol gawang lawan. Saat menyambut bola, ia juga terkena tendangan dari pemain lawan yang membuat pelipisnya bocor.

Gol! Indonesia unggul 2-1 saat pertandingan memasuki menit ke-70 melalui Cristian Gonzales yang memanfaatkan umpan dari M.Ridwan.

Bambang Pamungkas! Pemain bernomor 20 ini berhasil membawa Indonesia memperlebar keunggulan menjadi 3-1 di menit ke-78.

Gol ini berawal dari umpan terobosan Gonzaels. Bepe yang lepas dari kawalan pemain Palestina kemudian berlari ke kotak penalti. Meski mkemudian semapat dipepet satu pemain lawan, striker Persija Jakarta itu berhasil melepas tembakan datar yang menembus gawang lawan.

Tujuh menit menuju bubaran, Palestina beberapa kali melancarkan tekanan lewat serangan balik. Sepakan Suleiman bisa ditepis oleh Markus, namun tidak sempurna. Beruntung ada Nasuha yang langsung membuang bola.

Bambang Pamungkas! Bepe berhasil membawa Indonesia unggul 4-1 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti di menit ke-85. Gol berawal dari bola yang dioper kepada Gonzales. Namun El Loco kemudian terjatuh karena kawalan pemain lawan. Bola kemudian langsung disambar Bepe untuk menjebol gawang Palestina. skor akhir indonesia 4-1.

Minggu, 21 Agustus 2011

Derita Saudara Kita di Palestina

“Sesungguhnya mukmin itu bersaudara maka damaikanlah antara saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha menyaksikan apa yang kamu perbuat”. (Qs.49:10)
“Adapun mukminin dan mukminat sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, mengajak kepada yang makruf mencegah daripada kemungkaran, mengajak taat kepada Allah dan rosulNya, menegakkan sholat membayarkan zakat, merekalah yang disayangi Allah dan merekalah yang beruntung”.(Qs.9:71).
 
 
Bercermin kepada dua petunjuk di atas, bahwa Allah menetapkan nikmat persaudaraan iman kepada kita untuk tolong-menolong dalam beribadah kepadaNya dan dalam segala kesulitan. Laksana sebuah batang tubuh, rosul kita menjelaskan apabila satu saja organ tubuh sakit yang lain ikut merasakan dampak buruknya dan segera memberi bantuan baik berupa perawatan, perlidungan, obat dan nutrisi agar sama-sama dapat sehat dan selamat. Begitu indah dan sempurna ajaran dari rosul kita Muhammad SAW apabila diterapkan. Namun sayang seribu sayang, hal ini sering sengaja kita tinggalkan. Barangkali mungkin mata (hati) kita mulai rabun sehingga sulit membaca, atau ingatan kita mulai pikun terhadap jati diri dan iffah (harga diri) muslim, naudzubillah min dzalika.
Palestina, ya saudaraku di Palestina di saat kalian kehausan dan mengencangkan ikat pinggang karena tak ada sepotong roti basipun untuk mengganjal perut anak-anakmu, maafkan kami disini yang masih ingin bercengkrama dan tertawa selepas makan kenyang. Jangan terlalu berharap kepada kami untuk melemparkan sekerat roti kepada kalian karena kami sudah buta, tuli, pikun. Sebagian besar kami dan ulama kami tidak mau mengikuti resep kemenangan Islam dan kemulian mukmin di dalam “Surat CintaNya”.

Kami diajarkan untuk “tidak tergesa-gesa” dan melihat apa yang sesungguhnya terjadi, seolah deritamu ini baru saja terjadi kemarin sore dan luput dari pengamatan kami. Kami diperintahkan berdiam diri di rumah dan mengurusi “rumah tangga” kami sementara biarlah saudara kami di sebelah rumah dirampok, dibunuh dan di bakar. Maafkan kami sekali lagi yang diberi Allah kemampuan namun tidak mau berbuat berdaya apa-apa. Kami cukup bangga dengan banyaknya sekolah, madrasah, pondok-pondok Islam, dan gelar legal formal. Waktu, tenaga, dan fikiran kami habis untuk itu dan tak sempat memikirkan lengan kami yang luka dan membusuk. Kami jarang memeriksa lever kami yang dideteksi sebuah hadits telah terkena penyakit wahn (takut mati) dan hubbut (gandrung) dunia. Biarlah, toh nanti kita semua akan mati, kalian mati (insyaAllah) sebagai syuhada dan qolbun salim (hati yang selamat), dan kami mati dengan membawa hati yang berpenyakit dan kemurkaanNya-naudzubillah.

Sementara satu persatu kalian dibantai dan dizholimi Kafirin Yahudi, kami melihatnya sebgai tontonan biasa. Sementara kalian sibuk menguburkan jenazah dibwah desingan peluru dan bom kami disini juga sibuk berdebat perlu tidaknya membantu dengan segenap kekuatan kami.
Bukankah ridho dan jannah Allah didapat cukup dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi sambil mengumbar air mata. Laksanakan saja 5 rukun Islam, setelah berhaji siapkan koper menuju mati. Lupakan ajaran rosul dan sahabat yang meskipun mereka dijamin Allah masuk Jannah namun tetap mereka melaksanakan jihad. Jihad hanya untuk rosul dan sahabat bukan untuk kita??. Membela Islam dan menjaga kehormatan saudara seiman bukan lagi urusan kita??. Cukuplah kita mendapat gelar legal formal dari manusia lalu mati membawa gelar ketakaburan tersebut dan lupakan gelar kehormatan dari Allah sebagai syuhada sebagai tiket mulus ke JannahNya. Banggalah kita dengan segudang ilmu dan kemahiran bahasa. Cukup diajarkan kepada orang lain tak perlu diamalkan. Cukuplah kita digelari sebagai qoum moderat yang beradab “baik” sesuai kehendak masyarakat internasional.

Masalah muslim Palestina kita serahkan saja kepada “kebijakan” orang-orang musyrik PBB. Kita belum punya nyali membangun dunia dengan konsep milik kita. Bersatu dibawah kepemimpinan Alqur-an dan sunnah rosulNya. Menundukkan hati kepada Allah, merendahkan hati sesama saudara, menahan lisan dan tangan dari menganiaya mereka.
Apa yang terjadi dengan Islam di hati kami, apakah telah luntur oleh buah pendidikan sekular sejak dini, apakah karena kami mengenal Islam dari pendekatan fiqih dan mahzab bukan pendekatan alQur-an Sunnah. Kalau benar demikian wajarlah hati kami bercerai berai. Mata hati kami buta meski jeritan derita saudara kami tampak di layar kaca tiap hari. Ilmu dan gelar yang kami banggakan sama sekali tidak mampu menolong saudara kami.“Apakah sebab kamu tidak mau mentadabburi alQur-an atau hati kamu telah terkunci”. “Apakah sebab kamu tidak mau mentadabburi (kaji) alQur-an, jika sekiranya yang kamu kaji selain (yang datang) dari Allah pastilah kamu temui (buah) perpecahan di dalamnya. (Qs.47:24 & Qs.4:82).

Apa yang terjadi pada sebagian Ulama kami, dimana kami harus mencari bertanya, dan mengadu kepada mereka. Sedangkan Dia dan rosulNya telah menjelaskan ciri-ciri mereka :
Tidak melalaikan mereka urusan dunia dan perdagangan dari dizkr (ingat amanah) Allah(Qs.24:37); peduli terhadap derita ummat, memilki program pengentasannya, dan bersifat penyantun serta penyayang (Qs.9:128); paling takut kepada Allah dari melalaikan amanah (Qs.35:28); pemegang amanah Allah atas makhluq dan risalah (al Hadits).

Wahai saudaraku yang sedang teraniaya kami berpesan, meskipun bantuan kami belum dapat menjangkau kalian tapi pertolongan Allah selalu ada melalui caraNya sendiri. Kuatkan iman kalian, rendahkan hati untuk tidak berpecah belah, lawanlah musuh kita, musuh Din kita, musuh Allah dan Rosul sampai tetes darah terakhir. Haram hukumnya meminta damai kepada mereka, kecuali mereka yang meminta. Jikapun Allah mentakdirkan kalian semua habis dibantai qoum terlaknat itu, kita yakin bahwa Dia akan mendatangkan pengganti dan penerus jihad kalian.

Ya Allah janganlah Engkau jadikn kami qoum yang lalai tugas sehingga berhak untuk diganti dengan qoum lain yang tidak sama dengan kami. Dimana mereka sangat mencintaiMu dan Engkaupun mencintai mereka. Pertemukan kami ya Robbi kepada Ulama sebenarnya serta jadikanlah mereka pemimpin kami yang Engkau janjikan. Janganlah Engkau biarkan urusan kami dipegang oleh orang-orang yang bukan ahlinya dan tidak amanah, jadikan kami sebagai penolong Dinul Islam milikmu serta catatlah kami sebagai syuhada. Laa quwwata ila billah. (abu mujadilhaq-140109).

Jumat, 19 Agustus 2011

Ramdhani Lestaluhu

Ramdhani Lestaluhu

Ramdhani Lestaluhu itu kecil-kecil cabe rawit. Biar kecil, nyali dan skillnya luar biasa.

Sebagai gelandang, Ramdhani bertipe pekerja keras dan lihai dalam dribel. Tendangannya terarah, tajam dalam menyerang, namun juga kokoh bertahan. Kecil tapi komplit!

Profil Singkat Ramdhani Lestaluhu
Nama Lengkap: Rizki Ramdani Lestaluhu
Tanggal Lahir: 5 Nov 1990
Tempat Lahir: Tulehu
Tinggi Badan: 167 cm.
Nomor Punggung Favorit: 7
Panggilan: Dani
Hobi: Main Gim
Makanan favorit: Soto
Pemain favorit: Pablo Aimar

Perjalanan Karir Ramdhani Lestaluhu
Saat ini menjadi idola baru Macan Kemayoran Persija Jakarta, Ramdhani juga pernah mencicipi kostum timnas Indonesia U-17 dan U-19.

Twitter Ramdhani Lestaluhu
Dalam akun twitternya @ramdanilesta, sempat terujar keprihatinan terhadap kualitas wasit nasional. "Wasit benar2 menghancurkn sepak bola indonesia_anj**g," itu yang pernah dikatakannya.

Foto Ramdhani Lestaluhu
ramdhani lestaluhu foto-1ramdhani lestaluhu foto-2

Bambang Pamungkas

Biodata Profil Bambang Pamungkas

Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas, Pemain Tim Nasional yang luar biasa permainannya. Berikut ini Biodata Profil Biografi Bambang Pamungkas.

Biodata Profil Bambang Pamungkas
Nama lengkap Bambang Pamungkas
Nama panggilan BePe(BP)
Tanggal lahir 10 Juni 1980 
Tempat lahir  , Salatiga, Indonesia
Tinggi 168 cm
Posisi bermain Penyerang
Informasi klub
Klub saat ini Persija
Nomor 20
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999–2000  Persija
2000–2001  EHC Belanda
2001–2004  Selangor FC
2005–2006
2007– sekarang  Persija




Tim nasiona  Bambang Pamungkas l
1999 - sekarang  Indonesia 76 (34)

Bambang Pamungkas (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980; umur 30 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Indonesia Super League dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Meskipun tidak terlalu tinggi (168 cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.

Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, Bambang Pamungkas pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Penampilan pertama Bambang Pamungkas bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.

















Muhammad Robby

Muhammad Roby atau yang lebih dikenal dengan M Roby, merupakan salah satu pemain yang dibawa pelatih Alfred Riedl untuk membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu. Pesepakbola yang kini membela Persisam Samarinda berposisi sebagai bek tengah,bek sayap,dan sayap kanan. Walau jarang mendapatkan kesempatan untuk Bermain, pemain kelahiran Jakarta, 12 September 1985 silam, selalu mendapat tempat di Timnas Indonesia. M Roby termasuk dalam skuad tim nasional indonesia menuju Piala Asia 2011. Mungkin sebagian dari anda belum dan ingin mengetahui Profil Pemain serta Biodata lengkap dan Muhammad Roby, kami akan memberikan Profil dan Biodata lengkap dari Bek Persisam Samrinda ini. Berikut Profile dan Biografi lengkap dari M Roby.




Profil Dan Biodata Lengkap Muhammad Roby


Muhammad Roby (lahir di Jakarta, 12 September 1985; umur 25 tahun) adalah pemain sepak bola Indonesia. Ia berposisi sebagai bek tengah,bek sayap,dan sayap kanan. Ia termasuk dalam skuad tim nasional indonesia menuju Piala Asia 2011.

Informasi pribadi

Nama lengkap Muhammad Roby
Tanggal lahir 12 September 1985 (umur 25)
Tempat lahir Jakarta, Indonesia
Tinggi 183 cm
Posisi bermain Bek

Informasi klub

Klub saat ini Persisam Samarinda
Nomor 16

Karier junior

2003 Persikad Depok

Karier senior

2006 Persikad Depok 0 (0)
2007-2008 Persija Jakarta 12 (0)
2008-2009 Persik Kediri 18 (0)
2009-kini Persisam Samarinda

Tim nasional

2008- Indonesia 14 (0)

1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 30 Desember 2010.

Mahardiga Lasut

Dirga Lasut Masih Prioritaskan Sriwijaya FC

Persipura Jayapura tertarik terhadap Dirga Lasut.

Laporan Muhammad Alfhat dari Palembang

Mahadirga Lasut - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Muhammad Alfhat)
Tampil apik sepanjang musim kompetisi 2010/11 membuat gelandang Sriwijaya FC Mahardirga Lasut dilirik banyak klub.

Apalagi, keberhasilan terpilih memperkuat timnas U-23 membuatnya semakin diminati.

Adalah Persipura Jayapura yang disebut-sebut menginginkan Dirga untuk dijadikan tandem Zah Rahan.

Namun, Dirga berkilah masih memprioritaskan Sriwijaya FC sebagai tempat berlabuh untuk musim mendatang.

"Sriwijaya masih menjadi prioritas utama saya. Hingga kini saya masih menunggu kepastian dari manajemen Sriwijaya FC," ujar Dirga yang dihubungi dari Palembang, Rabu (13/7).

Sementara itu, direktur teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengatakan, Mahardirga Lasut masuk dalam skuad tim musim depan.

"Dirga tetap akan kami pertahankan. Dalam waktu dekat akan segera dilakukan negosiasi," ujar Hendri. (gk-23)

Yongky Ariwibowo

Sebagai salah satu warga kabupaten Tulungagung, saya ikut berbangga hati ketika salah satu anak muda Tulungagung terpilih sebagai salah satu anggota sepakbola Timnas U-23 yang ikut membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah sepakbola internasional. Anak muda Tulungagung tersebut adalah Yongki Ariwibowo, anak muda asli Tulungagung yang tinggal di kelurahan Botoran kecamatan Kota kabupaten Tulungagung. Sedemikian penasarannya, saya pun berusaha mengumpulkan berbagai info tentang profil & biografi Yongki Ariwibowo. Berikut ini profil Yongki Ariwibowo.
Photo-Yongki-AriwibowoNama Lengkap : Yongki Ariwibowo
Nama Panggilan : Yongki, Bowo
Tempat, Tgl Lahir : Tulungagung, 23 November 1989
Tinggi : 175 cm
Berat : 63 kg
Nama Bapak : H. Goenarto
Nama Ibu :Hj. Nur Fadhilah
Saudara : 5 Sebagai Anak Ke 3
SSB : Sinar Jaya Tulungagung
Klub : Perseta, Persik Kediri
Posisi : Striker (Forward)
No Punggung Di Klub : 7
Timnas : U-23
No Punggung Di Timnas : 20
Akrab di sapa Yongki atau Bowo, pemuda kelahiran 21 tahun yang lalu tepatnya tanggal 23 November 1989 ini mengasah kemampuan menggocek bolanya di SSB Sinar Jaya Tulungagung. Selanjutnya karier sepakbolanya berlanjut ke Perseta Junior Tulungagung. Di Perseta Junior, talenta Yongki bukannya semakin moncer, tapi justru dia malah sering dibangkucadangkan oleh pelatih Perseta Junior. Tak betah di “kandang” sendiri, dia melabuhkan kakinya untuk merumput di klub sepakbola tetangga, PSBI Blitar yang notabene sebagai klub yang kastanya setingkat lebih tinggi dari Perseta. Posisi Yongki sebagai striker yang pandai menempatkan posisi di depan gawang lawan dan memiliki kecepatan lari di atas rata-rata membuat pengurus Persik Kediri tertarik dan merekrutnya sebagi pemain Persik Junior.
Walaupun sudah direkrut sebagai pemain “Macan Putih” Junior yang kastanya setingkat lebih tinggi dari PSBI Blitar, lagi – lagi nasib Bowo kurang begitu mujur. Dia lebih sering menjadi pemain cadangan dan kalah pamor dari striker muda lainnya seperti Aan Andik. Sementara tim senior Persik kala itu penuh dengan bintang-bintang papan atas liga Indonesia seperti El Loco Gonzales, Budi Sudarsono, Ronald Fagundez dll, sehingga nama pemain kelahiran Tulungagung 23 November 1989 sangat amat tidak diperhitungkan.
Biografi-Yongki-Ariwibowo
Gonjang ganjing Persik Senior yang berujung hijarahnya bintang-bintang ke berbagai klub tak membuat dewi fortuna memeluknya. Indrianto Nugroho nampaknya lebih menjadi pilihan pelatih Aji Santoso untuk mendampingi Saktiawan Sinaga, striker lokal yang dulu sering jadi langganan Timnas. Seiring loyonya penampilan si gaek Indriyanto dan adanya sedikit kecermemelangan penampilan Yongki di piala Copa membuat Aji Santoso mencoba-coba menampilkanya di liga bersama team senior. Disinilah kecermelangan dan ketajaman Yongki mulai terasah. Tandemnya dengan Sakti lebih menjanjikan untuk Persik. Tak ayal duetnya dengan striker asal Medan ini lebih menjadi pilihan untuk menghasilkan pundi-pundi goal untuk Persik.
Adu gengsi derby Jawa Timur antara Persik dan Persela Lamongan tentu akan selau di ingat anak ke 3 dari 5 bersaudara ini. Sebuah umpan heading yang terukur dari tandemnya Saktiawan, diselesaikanya dengan tendangan salto yang fantastis. Yes, semua orang mulai berpaling padanya. Penampilan terbaiknya selalu ditunggu-tunggu suporter Macan Putih Kediri. Stadion Brawijaya selalu menunggu sontekan, umpan dan goal-goalnya. Walau sering out of position, kadang fisiknya kedodoran untuk bermain full 2×45 menit, duetnya dengan Sakti sangat di takuti barisan pertahanan lawan. Ketangkasannya membawa bola juga patut diperhitungkan. Dengan tinggi 175cm dan berat 63kg, dia juga mahir menyantap bola-bola atas. Saat itulah bintangnya mulai bersinar terang hingga akhirnya Timnas U23 memanggilnya untuk berlatih di Sawangan Bogor.
Profil-Yongki-Ariwibowo
Satu lagi, Yongki lihai pula memanfaatkan keteledoran lawan untuk lolos dari perangkap offside. Bisa jadi, untuk yang terakhir ini, dia banyak belajar dari bomber AC Milan, Filippo Inzaghi. Memang, kata Yongki,”Saya sangat mengidolakan Inzaghi”. Kostum merah putih bernomor 20 sekarang ia kenakan. Putra pasangan H Goenarto dan Hj. Nur Fadilah terus mematangkan dan menajamkan penampilanya dibawah asuhan pelatih asal Uruguay Albertho Bica untuk membela Indonesia di Sea Games Laos Desember 2009. Di bursa transfer dia sempat dikabarkan akan diboyong pelatih lamanya Aji Santoso yang hengkang ke Persisam Samarinda. Kecermelangan anak muda Tulungagung ini banyak diramalkan kelak akan mengantikan peran Budi Sudarsono di Timnas Senior.
Yongki-Ariwibowo-Timnas-U23
Yongki mengaku bangga menjadi bagian dari Persik musim ini (2009 – 2010). Dia juga bangga bisa bermain bersama pemain-pemain inti Macan Putih, katakanlah seperti Saktiawan, Mahyadi Panggabean, Legimin, Reswandi, dan Morales. Dari seniornya itu, Yongki mendapat pelajaran berharga buat masa depannya. Ya untuk kebanggaan masyarakat Tulungagung, doa dan harapan untuk The Young Gun Timnas U23 semoga lebih cermerlang dari seniornya Singgih Pitono. Dan Semoga dia pun lebih cemerlang dari pada idolanya Filipo Inzhagi.

ferri rotinsulu

Profil Biodata Ferry Rotinsulu

Profil Biodata Ferry Rotinsulu
 
 
Pecinta sepak bola pasti tahu Ferry Rotinsulu. Pemain Sriwijaya FC dan juga Tim Nasional Indonesia piala AFF walaupun hanya jadi cadangan. Berikut Profil Biodata Ferry Rotinsulu.

Nama Lengkap: Ferry Rotinsulu
Tanggal Lahir: 28 Des 1982 (Usia 28)
Tempat Lahir: Palu, Sulawesi Tengah
Negara: Indonesia
Tinggi Badan: 182 cm.
Berat Badan: 73 Kg.
Peranan: Kiper
Nomor Punggung: 12
Tim Nasional: Indonesia




Ferry Rotinsulu (lahir di Palu, Sulawesi Tengah, 28 Desember 1982; umur 28 tahun) adalah seorang penjaga gawang timnas  Indonesia dan sekarang bermain di klub Liga Indonesia Sriwijaya F.C..Ferry Rotinsulu bertinggi tubuh 182 cm. Ia berhasil membawa "Laskar Wong Kito" (julukan untuk Sriwijaya F.C) menjadi juara Piala Indonesia 2007 setelah di final yang diadakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta mengalahkan klub asal Papua Persipura Jayapura lewat adu penalti dengan skor 3-0 setelah sebelumnya pada waktu pertandingan normal 2x45 menit dan babak perpanjangan waktu 2x15 menit bermain imbang 1-1. Di babak adu penalti ia sukses menepis tendangan 2 pemain Persipura David Da Rocha dan Eduard Ivakdalam. Sebelumnya di semifinal pada babak adu penalti juga Ferry berhasil menahan 2 tendangan penalti pemain Pelita Jaya Purwakarta yaitu Ardan Aras dan Vagner Luis dan Sriwijaya pun menang dramatis 6-5 untuk maju ke Final. Pada perempat final Sriwijaya sempat kalah 0-2 terlebih dahulu dari sesama klub asal Sumatera PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan dan membalas dengan skor 4-0 di Stadion Jakabaring, Palembang dan Sriwijaya pun menang agregat 4-2 untuk maju ke semifinal yang diadakan di Stadion Gelora Bung Karno.


Walaupun tidak terpilih sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2007 yang jatuh ke tangan Bambang Pamungkas, Ferry tidak kecewa dan bangga bisa membawa klubnya tersebut untuk pertama kalinya merebut salah satu gelar bergengsi di tanah air tersebut setelah ajang bergengsi lainnya Liga Indonesia.







Ferry Rotinsulu, biodata Ferry Rotinsulu, profil Ferry Rotinsulu, biografi Ferry Rotinsulu, istri Ferry Rotinsulu, Ferry Rotinsulu 2011, gambar Ferry Rotinsulu, foto Ferry Rotinsulu

Pemain Timnas Pahlawan bangsaku

Biografi Zulkifly Syukur Pemain Tim Nas Indonesia - Zulkifly Syukur lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Mei 1984; umur 26 tahun adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini Zulkifly bermain untuk Arema
Indonesia di Liga Super Indonesia, sebelumnya memperkuat Persmin Minahasa, Pelita Jaya, dan PKT Bontang. Zulkifly adalah salah satu pemain timnas U-23 yang mengikuti TC di Belanda arahan Foppe de Han dan Bambang Nurdiansyah. Zulkifly biasa berposisi sebagai bek. Dia juga menjadi pilar dari timnas Indonesia di ajang AFF Suzuki Cup 2010 asuhan Alfred Riedl.


Gelar

  • Juara Liga Super Indonesia 2009/2010 bersama Arema Indonesia
  • Runner up Piala Indonesia 2010
  • Runner up AFF Suzuki Cup 2010 (timnas)