Kamis, 22 September 2011

Detik-detik pembacaan naskah proklamasi


Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Kamis, 15 September 2011

Terus Berkibarlah Merah Putihku

Berkibarlah benderaku...
merah putih nadiku........
di hamparan Indah alam ini
di hamparan pantai berseri

jangan pernahlah engkau turun
meski angin topan menghampirimu

teruslah berkibar...

Merah putihku.....

Tangisan Sang Garuda


Hai Garuda !
Kulihat bulu di sayapmu rontok satu
Ada apa denganmu?
Garuda sekarang hanyalah burung tua,
Sayapnya yang kuat kini telah patah tak terurus
Kasihan dia
Bahkan pancasila yang ia sandarkan di tubuhnya
Yang diacung-acungkan sebagai pedoman demokrasi
Berubah dari asli menjadi basi
Pancasila sekarang hanyalah tameng politik, tak lebih
Hukum telah bersandar pada kekuasaan tertinggi
Politik jadi ajang hiburan, ajang cari uang, cari muka,
Ajang jadi orang kaya bermodalkan mulut berstampel
Untuk Indonesia
Sosok pemimpin telah lama hilang
Pemimpin yang kita nanti hanyalah penggila kekuasaan
Garuda, tumbuhkanlah kembali satu bulu sayapmu
Utuhkan kembali pancasila
Kumpulkanlah serpihan kejayaanmu, berdiri pasti menantang terpaaan budaya asing

Selasa, 23 Agustus 2011

Persiapan Pejuang Tim Garuda

Menghadapi PPD 2014 Persiapan Timnas Sangat Mepet
Selasa, 12 Juli 2011
Liga Super Indonesia
Persiapan Timnas "Garuda" untuk menghadapi Turkmenistan pada tanggal 23 Juli yang akan datang sangatlah sempit, mengingat baru pada tanggal 14 Juli para pemain Timnas akan berkumpul di Jakarta. Dan pada tanggal 20 Juli skuad Merah Putih ini akan bertandang ke Turkmenistan.

Persiapan yang sangat sempit menjelang Pra Piala Dunia 2014 menghadapi Turkmenistan ini disesalkan oleh dua anggota skuad Garuda, Firman Utina dan gelandang bertahan Bustomi. Namun walaupun merasa persiapan Timnas sangat mepet, Firman Utina mengaku tetap optimis dengan peluang Timnas Indonesia di leg pertama menghadapi Turkmenistan. Sedangkan Bustomi mengakui bahwa Pelatih Alfred Riedl untuk latihan sendiri dan mempersiapkan diri sendiri. Bustomi sendiri menyatakan bahwa secara pribadi merasa siap menghadapi pertandingan tersebut.

Mepetnya persiapan timnas senior Garuda dalam menghadapi PPD 2014 adalah sebagai dampak dari kondisi sepakbola Indonesia yang mengalami kekisruhan hingga akhirnya Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, 9 Juli 2011 berhasil memilih Ketum PSSI yang baru Djohar Arifin. Selain itu mepetnya persiapan timnas dikarenakan dana yang diperlukan timnas hingga kini belum cair.

Dalam Pra Piala Dunia 2014 ini, Indonesia langsung lolos ke babak kedua Pra Piala Dunia 2014, akan menghadapi Turkmenistan di Ashgabat, 23 Juli mendatang. Selanjutnya, Indonesia akan menjamu Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis 28 Juli 2011.

Skuad Timnas Senior Garuda sendiri dihuni oleh pemain pilihan Alfred Riedl yang berasal dari beberapa tim Liga Super Indonesia. Dan inilah daftar skuad timnas senior Indonesia :

Kiper
Markus Haris Maulana (Persib), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema)
Bek
Hamka Hamzah dan Ricardo Salampessy (Persipura), M Roby (Persisam), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), M Nasuha (Persija), Supardi Nasir dan Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC), Beny Wahyudi dan Zulkifli Syukur (Arema)
Gelandang
Firman Utina, M Ridwan, Arif Suyono dan Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Arema), Eka Ramdani (Persib), M Ilham dan Tony Sucipto (Persija), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya)
Striker
Boaz Salossa (Persipura), Cristian Gonzalez (Persib), Bambang Pamungkas (Persija), Ferdinand Sinaga (Persiwa)

Senin, 22 Agustus 2011

alfred Riedl

Usai Mudik, Riedl Langsung Susun Agenda Timnas

Alfred Reidl/SOCCER
Tak lama setelah tiba di Indonesia usai pulang kampung ke negaranya, Austria selama 2,5 bulan, pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl langsung menyusun agenda untuk anak asuhnya.
Hal ini dalam rangka persiapan yang akan dilakukan Bambang Pamungkas cs untuk menghadapi Turkmenistan di Kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014.
"Para pemain akan dikumpulkan pada tanggal 24 Juni. Setelah itu, mereka akan melakoni laga uji coba melawan Singapura pada tanggal 3 Juli," ujar Riedl saat ditemui di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta (1/6).
"Usai melawan Singapura, tim akan berangkat menuju Thailand dan akan melawan timnas senior mereka pada 6 dan 13 Juli. Baru setelah itu kembali ke Indonesia pada tanggal 14 Juli," lanjutnya.
Timnas sendiri rencannya akan melakoni laga Kualifikasi PPD pada 23 juli. Untuk itu, Alfred menambahkan, timnas  akan diberangkatkan pada tanggal 20 Juli mendatang.